Diposting pada 26 Januari 2026 oleh Tim DreamGroup Kategori: Behind the Scene & Daily Life

Banyak yang nanya: “Gimana sih hidup di gaming house DGT? Seru apa capek?” Jawabannya: Keduanya! Tapi justru di situlah keajaiban tim kecil kami tumbuh. Gaming house DGT bukan hotel bintang 5, tapi rumah kedua buat 6 pemain + coach yang grind bareng demi mimpi MPL Indonesia. Lokasi di Jakarta Selatan, rumah kontrakan 3 lantai yang kami renovasi sendiri jadi markas esports mini.

Yuk, intip sehari-hari di dalamnya!

1. Ruang Utama: Arena Perang (Training Room)

Ini jantungnya DGT! 6 setup PC high-spec (RTX 3060/3070, monitor 144Hz+), kursi gaming ergonomis, RGB lighting ungu dominan (warna tim kami). Dinding penuh poster MLBB, jersey DGT, dan papan strategi whiteboard.

Setiap hari mulai jam 9 pagi sampai tengah malam (kadang sampe subuh kalau scrim panjang). Suara keyboard clack-clack, teriakan “Push! Push!” dan “Lord steal!” jadi soundtrack harian. Di sini kami review VOD, scrim vs tim MDL, drill hero baru, dan analisis meta patch Januari 2026.

(Foto: Training room DGT saat sesi scrim pagi — semua mata tertuju layar, fokus total. RGB ungu bikin vibe tim pro!)

2. Jadwal Harian yang Gila Tapi Teratur

  • 08:00–09:00 : Bangun, sarapan bareng (mie instan + telor ceplok favorit Vino)
  • 09:00–13:00 : Scrim / Individual drill
  • 13:00–14:00 : Makan siang + istirahat singkat (nonton highlight MPL atau main ranked santai)
  • 14:00–19:00 : Scrim lagi + VOD review coach Brian
  • 19:00–20:00 : Gym kecil di lantai bawah (push-up, squat, plank — stamina penting di late game!)
  • 20:00–22:00 : Free time / content creation (TikTok, IG story)
  • 22:00–02:00 : Scrim malam atau latihan meta baru
  • Tidur : Jam 3–4 pagi (kadang lebih telat kalau lagi hot streak)

Capek? Pasti. Tapi kalau ada momen comeback epik, semua capek hilang seketika.

3. Ruang Santai & Dapur: Tempat Bonding

Lantai 2 ada sofa besar, bean bag warna-warni, TV 55 inch buat nonton MPL atau film. Di sini kami sering ngobrol, curhat, atau bikin meme internal. Dapur kecil: stok mie instan, kopi, roti, dan energy drink sponsor. Malam-malam sering masak bareng (mie rebus level pro ala Kaka).

Fun fact: Bean bag ungu jadi “kursi hukuman” — kalau player tilt atau miss gank, duduk di situ 10 menit sambil introspeksi. 😂

4. Kamar Tidur: Minimalis Tapi Nyaman

Kamar dibagi 2–3 orang per ruangan. Kasur single, lemari kecil, meja kecil buat laptop pribadi. Dinding ada foto keluarga dan motivasi quote seperti “Dream Big, Group Strong”. Tidak mewah, tapi bersih dan hangat — karena kami keluarga.

5. Apa yang Bikin Gaming House Ini Spesial?

  • Chemistry : Kami bukan cuma rekan tim, tapi saudara. Kalau ada yang down, yang lain angkat semangat.
  • Fokus : Tidak ada distraksi besar (no clubbing, no pacaran dulu — prioritas tim).
  • Mimpi Bersama : Setiap malam sebelum tidur, coach Brian sering bilang: “Besok kita lebih dekat ke MPL.” Itu yang bikin kami bertahan.

(Foto: Suasana gaming house malam hari — lampu RGB menyala, player lagi santai setelah scrim panjang. Bean bag ungu jadi spot favorit buat ngobrol.)

Pesan dari Kami

Gaming house DGT bukan tempat mewah, tapi tempat mimpi dibangun dengan keringat. Kalau lo punya mimpi serupa, ingat: mulai dari yang kecil, grind keras, dan punya tim yang solid. Kami bukti bahwa dari kontrakan Jaksel bisa lahir tim yang bikin scene MLBB Indo gemetar.

Mau liat lebih banyak? Follow @DreamGroupDGT di IG/TikTok buat daily vlog dan live dari gaming house. Siapa tau lo next member kami!

Apa yang paling lo penasaran dari kehidupan gaming house? Komen yuk! 💜

#GamingHouseDGT #BehindTheScene #DGTDailyLife #DreamGroup

(Artikel ini berdasarkan pengalaman real tim DGT Januari 2026. Update: Siap qualifier MPL Maret!)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *